Penetrasi & Frekuensi Penggunaan AI di Indonesia
06 Jan 2026Disclaimer Cakupan Data:
Artikel ini didasarkan pada survei dan laporan yang tersedia untuk umum yang berfokus hanya pada Indonesia. Temuan tersebut mencerminkan pola adopsi dan penggunaan AI dalam konteks Indonesia dan tidak boleh digeneralisasikan secara global.
Adopsi Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia telah meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Alih-alih membahas opini atau asumsi, artikel ini menyajikan wawasan observasional berdasarkan data penggunaan nyata, yang mencakup skala adopsi, frekuensi penggunaan, dominasi produk, pertimbangan keandalan, dan apa yang ditunjukkan oleh tren ini tentang kesiapan Indonesia untuk integrasi AI yang lebih dalam.
#1. Penetrasi & Frekuensi Penggunaan AI di Indonesia
Proporsi Pengguna AI
- Survei dari Katadata Insight Center menunjukkan bahwa 64,7% responden di Indonesia pernah menggunakan teknologi AI, terutama untuk mencari informasi, belanja online, dan mengedit media.
- Survei Jakpat 2025 mencatat 71% pengguna internet di Indonesia sudah menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari atau profesional.
- Laporan lain menyebut sekitar 59% responden Indonesia pernah mencoba AI dalam beberapa tahun terakhir menurut riset Kantar.
Penggunaan Rutin
- Dari pengguna yang sudah memakai AI, 77,8% mengatakan mereka menggunakan AI setiap hari.
- Hasil Indonesia AI Report 2025 melaporkan 69% responden menggunakan chatbot AI lebih dari tiga kali dalam seminggu terakhir.
Ketergantungan Publik
- 68% publik Indonesia mengaku bergantung pada AI, terutama untuk kehidupan sehari-hari.
- 71% responden gen-Z menyatakan ketergantungan terhadap layanan berbasis AI.
#2. AI tools & Produk yang Paling Banyak Digunakan
Dominasi ChatGPT
- Menurut Indonesia AI Report 2025, ChatGPT digunakan oleh sekitar 85% pengguna AI di Indonesia.
- Meta AI dilaporkan dipakai oleh 72% responden, dan Google Gemini oleh 65%.
Variasi Produk Lain
-
Selain tiga teratas, sebagian kecil pengguna juga melaporkan penggunaan:
- Microsoft Copilot (Bing Chat) – 26%
- DeepSeek – 25%
- Perplexity AI – 22%
#3. Alasan & Aktivitas Penggunaan AI
Tujuan Utama AI
Menurut Indonesia AI Report 2025:
- 73–74% pengguna AI memakai chatbot untuk mencari dan meringkas informasi
- 61% menggunakan AI untuk membuat konten visual (gambar/video/suara)
- 57% memakainya untuk menghasilkan ide baru
- Persentase lain mencakup menulis pesan/komunikasi, menganalisis data, membuat strategi, hingga otomatisasi tugas rutin
Pola Perilaku Berdasarkan Generasi
- Generasi Z lebih sering menggunakan AI untuk aktivitas teknikal dan analitis, seperti menulis kode, menganalisis data, dan membuat strategi;
- Milenial lebih condong pada kebutuhan praktis, seperti komunikasi dan efisiensi tugas.
#4. Persepsi & Literasi AI di Indonesia
Kesadaran & Pengetahuan
- Survei Kompas melaporkan sekitar 99,8% netizen Indonesia mengetahui arti kecerdasan buatan (AI).
-
Namun terdapat variasi tingkat pemahaman:
- Sekitar 11,6% masih kurang memahami detail AI, sedangkan sisanya cukup atau sangat paham.
Peran & Ketergantungan
- 97% responden merasa AI punya peran nyata dalam aktivitas sehari-hari.
- 37% menyebut AI sangat berperan, dan 60% menilai perannya cukup signifikan.
#5. Adopsi AI di Dunia Bisnis Indonesia
Menurut penelitian AWS:
- Sekitar 28% bisnis di Indonesia telah mengadopsi AI, dengan pertumbuhan 47% year-on-year.
- Namun sebagian besar implementasi masih termasuk dasar (efficiency/process automation), dengan hanya 10% yang sudah mencapai tahap transformative integration (mis. AI sebagai bagian inti produk atau strategi bisnis).
- 57% perusahaan menyebut kekurangan keterampilan digital sebagai hambatan utama perluasan penggunaan AI.
Ringkasan Data Spesifik Indonesia
| Aspek | Angka & Fakta |
|---|---|
| Populasi pengguna AI | ±59–71% pengguna internet di Indonesia |
| Pengguna AI rutin (harian) | ±77,8% dari pengguna AI |
| Chatbot AI populer | 85% (ChatGPT); Meta AI 72%; Google Gemini 65% |
| Ketergantungan publik pada AI | 68% merasa bergantung pada AI |
| Kesadaran AI | ±99,8% netizen tahu tentang AI |
| Adopsi AI di bisnis | 28% perusahaan Indonesia menggunakan AI |
| Tantangan utama di bisnis | 57% kekurangan digital skills |
Catatan Penting
✔ Belum semua orang di Indonesia menggunakan AI — meskipun penetrasi tinggi di pengguna internet, masih ada segmen yang belum mencoba teknologi ini. kontan.co.id
✔ Penggunaan belum selalu dalam konteks profesional/enterprise; banyak pengguna memakai AI untuk aktivitas sehari-hari (informasi, kreativitas, tugas umum). blue.kumparan.com
✔ Kesadaran tinggi, tetapi pemahaman variatif — faktor literasi digital masih memengaruhi cara orang memanfaatkan AI. Tekno Kompas